WARTA PERIKANAN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng PT Kencana Satu Nuswapada untuk mengembangkan teknologi Real Time Smart Fishing guna meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset di sektor perikanan.
Kerja sama tersebut dijalin melalui Pusat Riset Teknologi Manufaktur Mesin Produksi (PRTMMP), Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Rabu (15/7). Penandatanganan dihadiri Kepala OREM BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar, Kepala PRTMMP BRIN Mahfud Al Huda, Direktur PT Kencana Satu Nuswapada Edi Subiyanto, serta para periset Kelompok Riset Optimasi Teknologi Proses Produksi dan Manufaktur.
Baca Juga : Mengenal Ekonomi Biru di Laut Indonesia
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan dan implementasi teknologi Real Time Smart Fishing, yaitu sistem yang mengintegrasikan komunikasi satelit, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan teknologi digital untuk menyediakan informasi lokasi penangkapan ikan secara real time.
Teknologi ini diharapkan membantu nelayan menentukan daerah penangkapan yang lebih potensial sehingga meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas hasil tangkap, serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Kepala PRTMMP BRIN Mahfud Al Huda mengatakan pengembangan teknologi Smart Fishing telah dimulai sejak 2025 sebagai sistem pendukung keputusan berbasis integrasi data satelit dan sensor IoT. “Pengembangan Smart Fishing telah kami lakukan sejak 2025. Pemanfaatan data satelit dan IoT memungkinkan tersedianya informasi yang lebih akurat untuk membantu menentukan lokasi penangkapan ikan. Tahap berikutnya, teknologi ini akan diimplementasikan di wilayah perairan Pekalongan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan,” tuturnya.
Kepala OREM BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar menekankan pentingnya riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan industri. Menurutnya, BRIN terus mendorong para periset memanfaatkan berbagai skema pendanaan, seperti Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (PRIS) maupun Rumah Program, agar hasil penelitian memberikan manfaat nyata.
Ia menjelaskan bahwa arah riset BRIN saat ini mendukung berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya ketahanan pangan, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, kemitraan dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi dari tahap penelitian hingga penerapan teknologi.
“Kerja sama dengan mitra industri diharapkan menghasilkan teknologi yang benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha, sehingga memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Kencana Satu Nuswapada Edi Subiyanto menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengatakan perusahaannya memiliki kompetensi di bidang layanan cloud computing serta pengembangan sistem berbasis AI dan IoT yang dapat mendukung implementasi teknologi Real Time Smart Fishing.
“Sinergi antara BRIN dan sektor industri diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penerapan teknologi digital, sekaligus memperkuat transformasi sektor kelautan dan perikanan menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” harap Edi. (ap,aj/ed:trs)
Sumber : https://brin.go.id/



















