Menko Zulhas: Nilai Tukar Nelayan Dianggap Rendah, Jurus Dongkraknya Beberkan Hal Ini!
Warta Perikanan – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini berada di level 103. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan nelayan perlu menjadi perhatian, bila dibandingkan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sudah mencapai 129.
Upaya mendongkrak dari level 103 menjadi 120 pada Tahun 2026, Pemerintah mendorong agar kesenjangan kesejahteraan nelayan dengan petani, “Kalau pertanian itu 129, pokok 100 dia bisa untung 29 lebih, 29 persen, tapi kalau nelayan 100 untungnya 3 persen, yang bangkrut, bukan untung, rugi. Tidak cukup makan, tidak cukup apa-apa. Nah ini harus kita kerja keras, Menteri Kelautan dan Kementerian Terkait, tentu didukung oleh TNI dan lain-lain, agar nilai tukar ini dari 103 bisa menjadi 120,” beber Menko Zulhas di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menko Zulhas dalam kesempatan itu penuh semangat menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperkuat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), terdapat 65 KNMP yang dibangun.
Untuk mengejar target dan kesenjangan tersebut, “sekarang sudah 65 KNMP, akan diselesaikan lagi 35,” katanya.
Menko Pangan menambahkan, pembangunan KNMP tidak hanya diperuntukkan kawasan permukiman nelayan semata, melainkan akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung aktivitas ekonomi lainnya. Fasilitas tersebut antara lain balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Dalam paparannya, mendongkrak kenaikan NTN menjadi 120 pada 2026 adalah salah satu indikator keberhasilan dari rangkaian program strategis pemerintah. Upayanya antara lain, pertama: fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai usaha perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.
Kedua, selain mendongkrak pembangunan KNMP, pemerintah turut menyiapkan serangkaian program mulai dari pengembangan budi daya perikanan tematik di 40.000 lokasi, mempercepat revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), terutama pada tambak-tambak yang tidak produktif dan sudah lama terbengkalai yang ditargetkan sekitar 6.000 tambak.
Mendongkrak NTN dengan sejumlah hal tersebut itu, ia meyakinkan pasti memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, “meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat pesisir,” bebernya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.269 KNMP pada 2026. Target tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pembangunan 5.000 KNMP dilakukan secara bertahap, yakni 1.269 KNMP pada 2026, 1.000 KNMP pada 2027, 1.000 KNMP pada 2028, dan sisanya akan diselesaikan pada 2029. Untuk pembangunan KNMP pada 2026, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp10 triliun. Adapun besaran anggaran di setiap lokasinya berbeda sesuai dengan karakteristik dan tematik kawasan.
“Anggaran bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama. Satu titik ada yang, kalau dia hub mungkin sekitar antara Rp8 miliar sampai Rp11 miliar, lalu kalau dia penyangga kira-kira Rp3 miliar sampai Rp5 miliar,” kata Menteri KKP.



















